Sidoarjo, metrotvjatim.com : Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyatakan kesiapan pemerintah dalam mengantisipasi dampak fenomena El Nino ekstrem atau yang disebut “Godzilla” pada musim kemarau tahun ini. Ia juga memastikan bahwa stok beras nasional dalam kondisi aman untuk menghadapi potensi kemarau panjang.
Pernyataan tersebut disampaikan saat kunjungannya ke gudang Perum Bulog di Desa Banjar Kemantren, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo. Dalam kesempatan itu, Amran mengungkapkan bahwa cadangan beras pemerintah saat ini mencapai 4,9 juta ton, yang disebut sebagai angka tertinggi sepanjang sejarah.
Untuk mengantisipasi dampak El Nino, Kementerian Pertanian telah menyiapkan berbagai langkah teknis lebih awal dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Beberapa di antaranya adalah program pompanisasi serta percepatan pembangunan dan perbaikan sistem irigasi guna menjaga produktivitas pertanian.
Selain itu, pemerintah juga memberikan perhatian pada ketersediaan pupuk bagi petani. Sesuai arahan Presiden, volume pupuk ditingkatkan, dan harganya berhasil ditekan hingga turun sekitar 20 persen.
Di sektor energi, Kementerian Pertanian turut mendorong implementasi program B50 yang ditargetkan mulai berjalan pada 1 Juli mendatang. Program ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan impor solar hingga 5 juta ton.

