Kota Bengkulu: Kualitas udara di sejumlah wilayah Provinsi Bengkulu terus memburuk akibat paparan kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) . Merespons kondisi yang telah masuk kategori tidak sehat tersebut, Pemerintah Provinsi Bengkulu menerbitkan surat edaran terkait pemberlakuan pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau sekolah dare.
Dua wilayah yang terkena dampak paling parah oleh kabut asap ini adalah Kabupaten Kepahiang dan Kabupaten Rejang Lebong. Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG ), kabut asap yang menyelamatkan sebagian wilayah Bengkulu dipicu oleh maraknya titik karhutla di provinsi tetangga, yakni Sumatera Selatan.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Kadis Kominfo) Provinsi Bengkulu, Nelly Alesa, menjelaskan bahwa kebijakan belajar berani ini diberlakukan khusus untuk sekolah di wilayah yang terdampak kabut secepatnya demi melindungi kesehatan siswa.
Kehadiran murid wajib direkap setiap hari oleh tenaga pendidik. Namun, kepala sekolah, guru, dan staf tetap diwajibkan hadir di sekolah pada saat jam kerja,” jelas Nelly dalam tayangan Metro Hari Ini Metro TV, Sabtu, 24 Oktober 2026.
Selain mengatur sistem kegiatan belajar mengajar, Gubernur Bengkulu surat melalui edaran tersebut juga mengimbau seluruh masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan dengan masker saat beraktivitas di luar ruangan guna membantu membantu.

