Sidoarjo, metrotvjatim.com: Pusat Penerbangan Angkatan Laut (Puspenerbal) Juanda berhasil menyulap lahan terbatas seluas 400 meter persegi di kawasan Detasemen Polisi Militer (Denpom) Lanudal Juanda menjadi green house pertanian modern berbasis hidroponik. Melalui program ketahanan pangan nasional 2026, pemanfaatan lahan ini membuahkan panen raya sekitar 1,5 ton melon premium pada Kamis (30/7).
Panen raya dipimpin langsung Komandan Puspenerbal Laksamana Muda TNI Bayu Alisyahbana, dan dihadiri sejumlah pejabat instansi, pelaku usaha, hingga masyarakat umum. Laksamana Muda TNI Bayu Alisyahbana menyatakan, pemanfaatan lahan terbatas ini merupakan bentuk komitmen institusinya dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Sekaligus membuktikan bahwa keterbatasan lahan bukan penghalang untuk tetap produktif.
”Kami memilih melon hidroponik premium karena memiliki nilai ekonomi tinggi dan saat ini sedang menjadi tren di masyarakat,” kata Bayu dalam sambutannya, Kamis (30/7).
Green house yang dibangun menampung sekitar 1.200 tanaman melon dari empat varietas unggulan, yaitu Sweet Lavender, Hamikua, Golden Aroma, dan Sanny White. Bekerja sama dengan Ar Farm Pandaan, budidaya ini memanfaatkan teknologi pengawasan air dan nutrisi yang presisi. Langkah tersebut berhasil mengantisipasi cuaca panas ekstrem di wilayah Juanda.
Hasilnya, tingkat kemanisan melon yang dipanen mencapai 14 hingga 16 brix dengan tekstur renyah. Angka ini terbilang tinggi jika dibandingkan melon konvensional yang rata-rata hanya berada pada kisaran 8 hingga 9 brix.
Masa tanam hingga panen melon tersebut memakan waktu sekitar 70 hari dengan tingkat keberhasilan mencapai 80 persen pada siklus perdana ini. Puspenerbal menargetkan peningkatan tingkat keberhasilan hingga 95 persen pada masa tanam berikutnya setelah dilakukan evaluasi.
Selain berfokus pada produksi, hasil panen melon premium ini dipasarkan seharga Rp 35 ribu per kilogram guna memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Ke depan, kawasan green house Denpom Lanudal Juanda ini juga difungsikan sebagai destinasi wisata edukasi pertanian modern bagi warga Sidoarjo dan Surabaya.
”Kami berharap program ini dapat menjadi role model, baik bagi institusi lainnya maupun masyarakat, dalam mewujudkan kemandirian pangan yang berkelanjutan,” pungkas Bayu.
Rudy Purwono, salah satu warga yang membeli melon di lokasi, mengakui kualitas buah premium tersebut. Dia membeli tujuh bijih melon berbagai jenis dengan harga lebih dari Rp400 ribu.
“Rasanya memang manis dan segar. Tiap jenis beda. Enak pokoknya,” kata Rudy. (HS)

