metrotvjatim.commetrotvjatim.com
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Peristiwa
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Inovasi
  • Live metro tvLive metro tvLive metro tv
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
metrotvjatim.commetrotvjatim.com
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Peristiwa
  • Ekonomi
  • Inovasi
  • Live metro tv
Search
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Peristiwa
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Hankam
  • Inovasi
  • Video
  • Indeks
  • Link Terkait
    • Live metro tv
    • About
    • Contact Us
    • Privacy Policy
    • Terms And Condition
    • Cyber Media Guidelines
Follow US
© Copyright 2024. All Rights Reserved
LIVE TV
EKONOMI

Rupiah Melemah, Kadin Jatim Sebut Dunia Usaha Mulai Tertekan

Mahela Fitriani 22 Mei 2026
Share
2 Min Read
Rupiah Melemah, Kadin Jatim Sebut Dunia Usaha Mulai Tertekan
Adik Dwi Putranto, menilai melemahnya rupiah mulai memberikan tekanan besar terhadap dunia usaha dan daya beli masyarakat.

Surabaya, metrotvjatim.com : Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Jawa Timur, Adik Dwi Putranto, menilai pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mulai memberikan tekanan besar terhadap dunia usaha dan daya beli masyarakat.

Nilai tukar rupiah yang pada Kamis (21/05/26) menyentuh Rp17.646 per dolar AS disebut mulai berdampak langsung terhadap berbagai sektor industri nasional.

Menurut Adik, pelemahan rupiah memberikan dampak berlapis terhadap dunia usaha. Setidaknya terdapat tiga dampak utama yang mulai dirasakan pelaku usaha, mulai dari kenaikan biaya produksi hingga melemahnya daya saing industri nasional.

Baca Juga:  Sistem Ranjau, Polres Gresik Bekuk Jaringan Sabu Antar Kota Gresik–Surabaya, Sita 68,211 Gram

Kenaikan biaya produksi menjadi dampak paling langsung akibat tingginya ketergantungan industri terhadap bahan baku impor yang dibeli menggunakan dolar Amerika Serikat.

Bahan baku seperti besi, baja, plastik, bahan kimia, hingga komponen elektronik masih didominasi impor. Bahkan sekitar 70 persen bahan baku industri manufaktur di Indonesia masih berasal dari luar negeri.

Kondisi tersebut membuat sejumlah sektor industri paling terdampak, terutama manufaktur, farmasi, otomotif, dan tekstil. Di sisi lain, margin keuntungan pelaku usaha ikut tergerus karena biaya produksi meningkat sementara harga jual produk tidak bisa langsung dinaikkan.

Baca Juga:  Ratusan Anggota Pramuka Se-Jatim, ikuti Persami KKRI Koarmada II Tahun 2026

Selain menekan biaya produksi, pelemahan rupiah juga dinilai berdampak terhadap daya saing industri nasional. Produk domestik menjadi lebih mahal di pasar ekspor sehingga kalah bersaing dibanding produk negara lain.

Para pelaku usaha kini mulai menahan stok bahan baku dan melakukan efisiensi produksi karena khawatir daya beli masyarakat terus menurun.

Adik juga mengingatkan kondisi tersebut berpotensi memicu ancaman pemutusan hubungan kerja atau PHK apabila berlangsung dalam waktu lama.

Sebagai langkah bertahan, banyak pengusaha memilih mengurangi margin keuntungan dibanding langsung menaikkan harga produk kepada konsumen.

Baca Juga:  Belum Surut, Polres Mojokerto Lanjutkan Evakuasi Warga Terdampak Banjir

Meski demikian, Adik menilai produk lokal masih memiliki peluang lebih kompetitif dibanding barang impor, terutama produk pertanian dan peternakan yang menggunakan bahan baku dalam negeri.

Ia juga mendorong pemerintah melakukan realokasi anggaran ke program yang dinilai mampu menggerakkan ekonomi dan menyerap tenaga kerja lebih besar, termasuk proyek pembangunan infrastruktur.

Selain itu, pemerintah diminta memperkuat bantuan sosial guna menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan ekonomi global.

SHARE NOW
TAGGED: Kadin Jatim, Rupiah Melemah, surabaya
Ad imageAd image

LATEST ARTICLE

Kapolres Madiun Akan Lakukan Penyelidikan Dugaan Pencemaran Sungai Oleh Limbah Pencucian Pasir
6 Juli 2026
Bantu Perawatan Motor Pengemudi Ojol, Paldam V/ Brawijaya Bagikan 500 Oli Gratis
6 Juli 2026
Pelni Tambah Depo di Tanjung Perak Antisipasi Lonjakan Arus Peti Kemas
4 Juli 2026
Sungai Tercemar, Pemkab Madiun Investigasi Kandungan Limbah Dan Dokumen Ijin Usaha Industri Pencucian Pasir
3 Juli 2026
Pandawa Warung Kopi, Saat Rindu Menjadi Rasa, dan Sydney Menjadi Indonesia
3 Juli 2026

MOST POPULAR

HEADLINE

Limbah Industri Cucian Pasir Dibuang Ke Sungai. Pemilik Industri Klaim Beri Bansos Warga Terdampak

HEADLINE

BPKP Jatim Temukan Puluhan Usaha Pemanfaatan Air Permukaan Di Madiun Raya Belum Kantongi Ijin. Berpotensi Bocornya Pendapatan Negara Sektor Pajak

HEADLINE

Polda Jatim Gelar Upacara Hari Bhayangkara ke-80, Teguhkan Semangat “Polri untuk Masyarakat”

HEADLINE

Aksi Penerjun Payung, Kibarkan Bendera “Jogo Gresik” di HUT Bhayangkara ke 80

LAINNYA

Kapolres Madiun Akan Lakukan Penyelidikan Dugaan Pencemaran Sungai Oleh Limbah Pencucian Pasir

6 Juli 2026

Bantu Perawatan Motor Pengemudi Ojol, Paldam V/ Brawijaya Bagikan 500 Oli Gratis

6 Juli 2026

Pelni Tambah Depo di Tanjung Perak Antisipasi Lonjakan Arus Peti Kemas

4 Juli 2026

Sungai Tercemar, Pemkab Madiun Investigasi Kandungan Limbah Dan Dokumen Ijin Usaha Industri Pencucian Pasir

3 Juli 2026
metrotvjatim.commetrotvjatim.com
Follow US
© Copyright 2024. All Rights Reserved
  • About
  • Contact Us
  • Terms And Condition
  • Privacy Policy
  • Cyber Media Guidelines
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?