Pasuruan, metrotvjatim.com – SMK Negeri 1 Grati, Kabupaten Pasuruan, memiliki cara unik untuk mengakhiri Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah bagi siswa baru, dengan mengajak ratusan siswa bermain permainan tradisional, pada jum’at (17/7).
Ratusan siswa kelas 10 dari berbagai jurusan, terlihat antusias bermain permainan tradisional di lapangan sekolah, seperti permainan dakon atau congklak, bekel, bendan, gobak sodor, hingga bola tembak.

Dua siswa yang ikut dalam permainan tradisional pada MPLS, Iqbal Maulana dan Irtahul Jannah, mengaku sedikit lupa dan kaku dalam bermain, karena sudah lama tidak memainkan permainan tradisional di kampungnya.
“Sudah hampir 3 tahun lamanya saya tidak bermain permainan tradisional, karena sekarang lebih sering bermain permainan atau game di handphone,” kata Iqbal Maulana.
“Sebenarnya saya sangat menyukai permainan tradisional, tetapi karena di kampung sudah tidak ada yang bermain permainan tradisional, akhirnya bermain permainan di handphone,” ungkap Iftahul Jannah.

Kepala SMK Negeri 1 Grati Nisful Layli, menjelaskan bahwa selain untuk melestarikan permainan tradisional dan mengenalkan kembali permainan tradisional yang saat ini sudah mulai ditinggalkan karena adanya gadget, kegiatan permainan tradisional ini juga bertujuan untuk meningkatkan kekompakan, kerjasama dan berbaur antar siswa.
“Pada akhir MPLS hari ini, sengaja kita ajak siswa kelas 10 bermain bersama dalam permainan tradisional, agar mereka saling mengenal karena mereka berasal dari berbagai sekolah, baik dari SMP maupun dari Mts.” Ujarnya.
Dengan kegiatan MPLS yang diisi dengan permainan tradisional ini, pihak sekolah berharap siswa dapat mengurangi bermain permainan di handphone, dan kembali mencoba permainan tradisional di sekolah maupun di kampungnya.
“Pengenalan permainan tradisional ini, diharapkan dapat membentuk generasi muda yang adaptif terhadap zaman, namun tetap dapat melestarikan kebudayaan lokal.” Pungkasnya.

