Jakarta, Metrotvjatim.com- Pembukaan lahan dengan cara membakar masih menjadi salah satu praktik yang berisiko memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama ketika dilakukan saat kondisi cuaca panas dan kering.
Kementerian Pertanian telah memiliki aturan mengenai pembukaan dan/atau pengolahan lahan perkebunan tanpa membakar melalui Peraturan Menteri Pertanian Nomor 5 Tahun 2018 yang kemudian diubah dengan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 6 Tahun 2025.
Selain itu, Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) menerbitkan Surat Edaran Nomor 16 Tahun 2026 tentang Larangan Pembukaan Lahan dengan Cara Membakar pada 10 Agustus 2026. Kebijakan tersebut ditujukan kepada pemerintah daerah sebagai langkah pencegahan karhutla.
Lantas, bagaimana cara membuka lahan tanpa membakar? Dilansir dari berbagai sumber, berikut informasinya.
Cara Pembukaan Lahan Selain Dibakar
Terdapat sejumlah metode yang dapat diterapkan untuk membersihkan dan menyiapkan lahan tanpa menggunakan api. Teknik yang dipilih dapat disesuaikan dengan kondisi lahan, jenis vegetasi, luas area, serta peralatan yang tersedia.
1.Pembersihan Secara Manual
Cara sederhana untuk membuka lahan adalah membersihkan vegetasi menggunakan peralatan manual, seperti parang, sabit, atau cangkul.
Semak, rumput, dan tanaman pengganggu dapat ditebas kemudian dikumpulkan untuk dikelola lebih lanjut. Metode ini dapat diterapkan pada lahan dengan luas terbatas atau kondisi vegetasi yang tidak terlalu lebat.
2.Menggunakan Peralatan Mekanis
Untuk lahan yang lebih luas, pembersihan dapat dilakukan menggunakan peralatan mekanis sesuai kondisi dan kebutuhan lahan.
Vegetasi yang telah ditebang atau dipotong kemudian dikumpulkan dan dikelola. Penggunaan alat juga perlu disesuaikan dengan kondisi lahan serta memperhatikan keselamatan selama proses pembukaan.
3.Mencacah Sisa Tanaman
Sisa vegetasi yang telah dipotong tidak harus dibakar. Batang, ranting, daun, dan gulma dapat dikumpulkan kemudian dicacah menjadi bagian yang lebih kecil.
Pencacahan bahan dapat membantu mempercepat proses pengomposan. Sisa tanaman dan gulma yang telah dicacah dapat dimanfaatkan sebagai bahan organik untuk lahan. Cara ini membuat sisa vegetasi tetap dapat dimanfaatkan sekaligus mengurangi kebutuhan untuk membakarnya.
4.Mengolah Sisa Vegetasi Menjadi Kompos
Salah satu alternatif pembukaan lahan tanpa bakar adalah mengolah sisa tanaman dan gulma menjadi kompos.
Pangkasan gulma dan sisa tanaman dapat diolah menjadi kompos sehingga pembakaran tidak diperlukan. Penggunaan biodekomposer juga dapat membantu mempercepat proses pelapukan bahan organik.
Kompos yang dihasilkan selanjutnya dapat dimanfaatkan sebagai bahan organik untuk membantu meningkatkan kualitas tanah.
5.Memanfaatkan Sisa Tanaman sebagai Mulsa
Sisa tanaman yang telah dikumpulkan dan dicacah juga dapat dimanfaatkan sebagai mulsa organik. Dengan cara tersebut, sisa vegetasi tidak langsung menjadi limbah yang harus dibakar, tetapi dapat dikembalikan dan dimanfaatkan di lahan.
6.Menebang dan Mengelola Vegetasi Sesuai Kebutuhan
Pada lahan yang memiliki pepohonan atau vegetasi berukuran besar, proses pembukaan dapat dilakukan melalui penebangan sesuai kebutuhan.
Kayu hasil penebangan dapat dikeluarkan dari area atau dimanfaatkan kembali, sementara tunggak dan sisa vegetasi dapat dikelola melalui proses pelapukan maupun metode pengolahan lainnya.

