Malang, Metrotvjatim.com- Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Butak, Kabupaten Malang, Jawa Timur, terus meluas. Hingga Sabtu siang, 5 September 2026, luasan area yang terdampak kobaran api diperkirakan telah mencapai 16,5 hektare.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, menjelaskan tim gabungan berjibaku melokalisasi titik api di Petak 100 kawasan Gunung Butak. Langkah tersebut diperkuat dengan pengerahan armada helikopter untuk mendukung pemadaman dari udara.
“Operasi water bombing dilaksanakan dengan 1 unit Helly dari BPBD Provinsi Jatim diatur bergantian mengikuti SOP penerbangan,” ujar Sadono Irawan, Sabtu, 5 September 2026.
Sadono Irawan membeberkan armada udara jenis AS350B3e telah menjatuhkan air sebanyak delapan kali penyiraman di titik-titik krusial. Total volume air yang disiramkan dari udara pada hari ini tercatat mencapai 8.000 liter.
Namun, kendala cuaca ekstrem memaksa tim gabungan menghentikan sementara penerbangan helikopter pemadam tersebut pada sore hari. Hembusan angin kencang di kawasan puncak dinilai sangat membahayakan keselamatan penerbangan serta efektivitas penyiraman air.
“Operasi water bombing saat ini dihentikan sementara karena kondisi angin cukup kencang. Rencana besok akan dilaksanakan observasi dan penanganan lanjutan,” tegas Sadono.
Pergerakan si jago merah terpantau paling intensif mengarah ke bagian barat daya atau menuju ke puncak gunung. Kondisi angin kencang ini juga memaksa petugas di lapangan meningkatkan kewaspadaan ekstra tinggi.
Sebanyak 30 personel gabungan tetap disiagakan di jalur darat untuk melakukan pemantauan dan pembuatan sekat api. Pihaknya tidak ragu untuk menarik mundur seluruh personel jika potensi bahaya angin kencang semakin mengancam keselamatan jiwa.
“Saat ini 30 personil gabungan BPBD Kab Malang, BPBD Kota Batu, TNI, Polri, DLH, Perhutani, LMDH, PMI, Paguyuban ojek Gunung Buthak, Tim Base Camp Pendakian, MPA Arjuno Welirang dan Relawan melaksanakan proses pemadaman darat serta pemantauan, dengan kondisi kecepatan angin cukup kencang maka tidak menutup kemungkinan tim akan ditarik demi keselamatan,” ungkapnya.
Proses penanganan karhutla Gunung Buthak, Panderman, dan Bokong ini melibatkan sinergi lintas instansi mulai dari unsur TNI, Polri, BPBD, hingga sukarelawan lokal. Operasi lanjutan rencananya akan kembali digencarkan pada Minggu, 6 September 2026, dengan fokus percepatan penyiraman udara (water bombing).

