Kota Blitar, Metrotvjatim.com – Aksi unjuk rasa ratusan atlet yang tergabung dalam Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Blitar terkait belum cairnya dana hibah dari Pemerintah Kota Blitar berlangsung menarik. Pasalnya, Wakil Wali Kota Blitar yang juga menjabat sebagai Plt Ketua KONI Kota Blitar, Elim Tyu Samba, turut berada di barisan massa aksi.
Aksi tersebut digelar sebagai bentuk protes lantaran dana hibah hingga kini belum dicairkan Pemkot Blitar. Kondisi ini disebut berdampak pada berbagai kegiatan olahraga, termasuk pembinaan dan aktivitas latihan para atlet.
Selain persoalan anggaran, masa juga mempersoalkan kondisi kantor sekretariat KONI Kota Blitar di Jalan Cokroaminoto. Kantor tersebut dalam kondisi terkunci dan kunci kantor disebut belum diserahkan kepada pengurus KONI.
Dalam orasinya, Elim menegaskan dirinya tetap berada bersama para atlet dan masyarakat dalam menyuarakan persoalan olahraga.
“Saya tetap berada di lapisan masyarakat manapun, terutama atlet,” kata Elim.
Elim menyebut, para atlet selama ini tetap menjalani latihan, namun terkendala karena dukungan anggaran belum tersedia. Di sisi lain, pengurus KONI juga tetap menjalankan aktivitas organisasi meski tidak memiliki akses terhadap kantor sekretariat.
“Contohnya adik-adik ini, mereka latihan sepanjang hari tapi anggaran tidak ada. Pengurus bekerja setiap hari, kantornya tidak ada,” ujarnya.
Menurut Elim, pihak KONI sebelumnya telah berupaya menyelesaikan persoalan tersebut melalui jalur komunikasi dengan Pemkot Blitar. Bahkan, surat permohonan audiensi telah dikirimkan sebanyak tiga kali, namun belum mendapatkan jawaban.
“Kami sudah diskusi baik-baik, kami kirim surat audiensi tiga kali, belum ada jawaban. Hari ini pun kami ingin bertemu wali kota tapi tidak ditemui juga,” ungkapnya.
Elim juga menegaskan bahwa aksi tersebut bukan atas instruksi dirinya sebagai Plt Ketua KONI. Ia menyebut aksi tersebut merupakan inisiatif para insan olahraga yang merasa perlu menyampaikan aspirasi mengenai kondisi yang mereka hadapi.
“Ini bukan instruksi saya, saya tidak menginstruksikan. Tapi ini kemauan semua atlet. Tidak ada pengondisian, apalagi pembayaran. Ini murni dari insan olahraga menyuarakan,” tegasnya.
Sementara di tempat yang sama Ayu Kamilya salah satu atlet voli Kota Blitar mengatakan bahwa sejumlah kegiatan biayanya terpaksa ditanggung sendiri oleh para atlet secara mandiri.
“Iya jadi kami harus urunan sendiri pakai dana pribadi,” tuturnya.
Aksi tersebut menjadi sorotan lantaran Wakil Wali Kota Blitar yang seharusnya menjadi bagian dari unsur pimpinan pemerintah daerah justru turut menyuarakan aspirasi bersama para atlet terkait kebijakan anggaran olahraga. (Aga)

