Pasuruan, Metrotvjatim.com- Kemarau panjang, membawa berkah tersendiri bagi Sugiono, petani mangga mangga klonal 21 atau yang lebih dikenal dengan sebutan mangga Alpukat, di Desa Wonokerto, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan.
Cuaca yang panas saat kemarau, membuat kualitas mangga alpukat bagus, sekaligus jumlah buah dalam 1 pohon semakin banyak, dimana dalam 1 hari dapat memanen mangga mulai dari 4 hingga 6 kwintal.
Sugiono mengatakan, mangga yang dipanen berasal dari 350 pohon mangga yang ditanamnya di lahan seluas 2 hektar.
Setelah dipanen, mangga-mangga tersebut dibersihkan dan dipilah sesuai kualitas dan ukuran, kemudian dimasukkan ke dalam kardus khusus sebelum dikirim ke pembeli atau pelanggan.
“Mangga yang saya jual dibedakan menjadi 2 kualitas grade, yaitu mangga dengan kualitas grade A yang dijual seharga Rp 20.000,- hingga Rp 30.000,- per kilogram, dan untuk mangga kualitas grade B, dijual dengan harga Rp 10.000,- hingga Rp 15.000,- per kilogram,” ujar Sugiono.
Selain menjual mangga ke sejumlah wilayah Jawa Timur, Sugiono juga menjual atau memasok mangga ke luar Jawa Timur, seperti ke Jakarta dan wilayah pulau Sumatera.
“Musim kemarau tahun ini sangat menguntungkan bagi kami selaku petani mangga, karena sejak masa panen mangga, hampir setiap hari kami mengirim mangga ke luar Kabupaten Pasuruan. Dan setiap 1 kali kirim, kami mendapatkan omzet sekitar Rp 5.000.000,- ,” kata Sugiono.
Diketahui, mangga Klonal 21 asal Kabupaten Pasuruan dikenal dengan sebutan mangga Alpukat. Mangga ini memiliki rasa manis dan untuk menikmatinya, cukup membelah bagian tengah mangga, lalu memisahkan kedua belahan buah dengan gerakan memutar-mutar. Setelah terbelah, buah MANGGA dapat dimakan menggunakan sendok layaknya makan buah alpukat. (Anam)

