Jombang, metrotvjatim.com : Upaya penguatan ketahanan pangan di tingkat daerah terus diperkuat melalui dukungan konkret kepada sektor pertanian. Salah satunya diwujudkan lewat penyaluran 189 unit alat semprot (sprayer) kepada 11 kelompok tani di Kabupaten Jombang. Bantuan ini merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang diarahkan untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga keberlanjutan siklus pertanian.
Kehadiran alat dan mesin pertanian tersebut menjadi langkah strategis yang tepat sasaran. Selain membantu menekan risiko gagal panen akibat serangan hama, ketersediaan sarana perawatan tanaman yang memadai juga berkontribusi dalam efisiensi biaya operasional. Pada akhirnya, kondisi ini diharapkan mampu meningkatkan nilai ekonomi dan kesejahteraan petani secara berkelanjutan.
Pimpinan cabang di Jombang, Boedhi Winaryo, menegaskan bahwa bantuan ini tidak sekadar bersifat jangka pendek, melainkan merupakan investasi produktif yang harus dijaga keberlanjutannya.
“Alsintan ini kami titipkan untuk dirawat dengan baik agar dapat digunakan dalam jangka panjang. Harapannya, kinerja para petani semakin optimal, hasil panen meningkat, dan memiliki nilai jual yang baik,” ujar Boedhi.
Lebih jauh, pendekatan program ini juga diarahkan pada penguatan kemandirian finansial petani. Para penerima manfaat didorong untuk mulai mengadopsi layanan keuangan modern guna mendukung keamanan serta kemudahan transaksi, khususnya setelah masa panen.
“Ke depan, kami berharap kerja sama ini dapat terus berkembang. Hasil usaha yang diperoleh dapat dikelola dengan baik, termasuk melalui penyimpanan yang lebih aman dan pemanfaatan transaksi non-tunai, baik melalui kartu maupun aplikasi digital,” tambahnya.
Suasana kegiatan berlangsung hangat dan komunikatif, mencerminkan kedekatan antara pihak penyelenggara dan para petani. Bahkan, dalam sesi interaksi, muncul selingan humor dari salah satu perwakilan kelompok tani yang menanyakan kemungkinan akses permodalan tambahan, yang disambut positif sebagai bagian dari dukungan berkelanjutan terhadap sektor pertanian.
Saat ini, jaringan layanan keuangan telah tersebar luas di berbagai wilayah Jombang, mulai dari Mojoagung, Gudo, Blimbing, hingga Bandarkedungmulyo. Akses yang semakin dekat ini diharapkan mampu mempermudah petani dalam memperoleh layanan pembiayaan maupun transaksi keuangan lainnya.
Melalui sinergi yang terbangun, kolaborasi antara lembaga keuangan dan kelompok tani tidak hanya berorientasi pada peningkatan hasil panen semata. Lebih dari itu, langkah ini menjadi fondasi dalam membangun ekosistem pertanian yang tangguh—ditopang oleh ketersediaan sarana produksi, peningkatan literasi keuangan, serta akses permodalan yang inklusif dan berkelanjutan.

