
Surabaya, metrotvjatim.com – Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Timur berhasil memproduksi bahan pangan serta berhasil mengembangkan benih unggul tanaman pangan untuk membantu program ketahanan pangan yang digencarkan oleh pemerintah.
Wakil Ketua I Bidang Pembinaan Anggota Muda Kwarda Pramuka Jatim Arumi Bachsin mengatakan, program ketahanan pangan menjadi salah satu topik utama dalam rangkaian peringatan Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026.
Arumi menjelaskan, program yang dilaksanakan secara serentak tersebut mendapat antusiasme tinggi dari anggota Pramuka di berbagai daerah.”Kita melihat antusias dari seluruh lapisan Pramuka yang ada di Jawa Timur begitu luar biasa,” ujarnya usai Apel Peringatan Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026 yang digelar di Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Rabu (2/9/2026) petang.
Menurut Arumi, tingginya angka partisipasi tersebut, terlihat dari banyaknya anggota dan satuan Pramuka yang memperoleh apresiasi serta penghargaan atas program yang mereka jalankan.Penghargaan tersebut diberikan melalui berbagai tahapan, sehingga menjadi bentuk apresiasi terhadap konsistensi anggota Pramuka dalam menjalankan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat.
Sementara itu Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Jatim HM Arum Sabil mengatakan, program ketahanan pangan tersebut telah berjalan. Selain berhasil memproduksi bahan pangan untuk dikonsumsi, Pramuka Jatim juga telah berhasil mengembangkan benih- benih unggul tanaman pangan.
“Kwarda Pramuka Jatim terus mendorong agar program ketahanan pangan dapat berkembang melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk dalam pengembangan inovasi dan hasil pertanian,” ucapnya.
“Ya, kita sudah bukan hanya menghasilkan pangan untuk diproduksi dan dikonsumsi, tapi kita juga sudah membuat benih-benih unggul, salah satunya adalah benih jagung dengan label KIP, yang merupakan singkatan dari Kolaborasi Inovasi Polri,” imbuhnya.
Keberhasilan dalam pengembangan benih unggul ini menunjukkan bahwa program ketahanan pangan yang dijalankan Pramuka Jatim tidak hanya berorientasi pada hasil produksi pangan saja, namun juga pada pengembangan sumber produksi untuk keberlanjutan pangan. (Its)

