metrotvjatim.commetrotvjatim.com
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Peristiwa
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Inovasi
  • Live metro tvLive metro tvLive metro tv
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
metrotvjatim.commetrotvjatim.com
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Peristiwa
  • Ekonomi
  • Inovasi
  • Live metro tv
Search
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Peristiwa
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Hankam
  • Inovasi
  • Video
  • Indeks
  • Link Terkait
    • Live metro tv
    • About
    • Contact Us
    • Privacy Policy
    • Terms And Condition
    • Cyber Media Guidelines
Follow US
© Copyright 2024. All Rights Reserved
LIVE TV
HUKUM

Eks Tim Mawar Tanggapi Kasus Penyadapan, Sebut Prabowo Sudah Waspadai Pengkhianat Sejak 2025

Rudi Pardosi 4 November 2026
Share
3 Min Read

Surabaya, Metrotvjatim.com- Praktisi intelijen sekaligus mantan anggota Tim Mawar Kopassus, Fauka Noor Farid, memberikan tanggapan terkait kasus penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto yang melibatkan tiga oknum perwira tinggi (pati) Mabes Polri. Ketiga oknum tersebut masing-masing berinisial eks Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo (LSP), Kadivkum Polri Irjen Pol Ahrie Sonta Nasution (ASN), serta Widyaiswara Kepolisian Utama TK1 Sespim Lemdiklat Polri Irjen Eko Hadi Santoso (EH).

​Fauka mengungkapkan bahwa jauh sebelum Bareskrim Polri membongkar kasus ini, dirinya telah memberikan peringatan dini mengenai adanya ancaman “musuh dalam selimut” di lingkaran terdekat Presiden Prabowo. Indikasi kegiatan tersebut bahkan sudah terdeteksi sejak aksi unjuk rasa pada tahun 2025 silam.

Baca Juga:  Pegawai Bank di Surabaya Ditahan Terkait Dugaan Korupsi Kredit Mikro Rp2,9 Miliar

​”Karena di lingkungan terdekat ada orang-orang yang jadi musuh dalam selimut. Saya sudah pernah mengingatkan, dan Pak Prabowo pun tahu risiko dan sudah menyadari ada pengkhianatan di lingkungan beliau dan kegiatan itu sudah terindikasi saat demo pada 2025 tahun lalu,” kata Fauka saat dihubungi wartawan, Rabu (4/11).

​Menurut pandangan dunia intelijen, penyadapan merupakan metode yang kerap digunakan untuk memetakan kelemahan target melalui pengumpulan informasi secara masif. Informasi yang dihimpun dalam rentan waktu tertentu tersebut dinilai sangat berbahaya karena berpotensi disalahgunakan untuk manipulasi hingga membocorkan rahasia kebijakan strategis pemerintah.

Baca Juga:  Polres Gresik Tetapkan 2 Tersangka Penyebar Data 1,7 Juta Debitur R4 Nunggak, Via Aplikasi Go Matel

​Berdasarkan hasil penyidikan Bareskrim Polri, aksi penyadapan yang menyasar Presiden Prabowo, para pejabat negara, tokoh politik, hingga organisasi masyarakat (ormas) tersebut telah berlangsung sejak 2025 hingga 2026. Praktik yang seharusnya menjadi kewenangan aparat penegak hukum untuk penegakan hukum ini justru disalahgunakan demi kepentingan kelompok tertentu.

​”Jadi ketika Presiden, pejabat negara disadap itu jangan dipikir hanya untuk menyerang secara pribadi. Kalau informasi ini diberikan kepada musuh bisa mengancam negara,” tegas Fauka.

​Sebagai figur yang memiliki rekam jejak panjang di dunia intelijen, Presiden Prabowo dinilai sangat memahami risiko dan ancaman pengkhianatan dari orang-orang terdekatnya. Oleh karena itu, ketika laporan penyadapan itu mencuat, Kepala Negara tidak mengambil langkah reaktif atau gegabah—seperti mencopot langsung para tersangka dari jabatannya—yang berpotensi memicu kegaduhan internal.

Baca Juga:  Patrol Sahur Berujung Pengeroyokan, Polisi Tetapkan 9 Tersangka, 3 DPO

​Prabowo memilih menyerahkan sepenuhnya penanganan perkara tersebut kepada proses hukum yang profesional di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto dan jajarannya.

​”Karena ini menyangkut negara, bukan pribadi Presiden seorang. Terbukti sebelum akhirnya Mabes Polri memberikan pernyataan kemarin, tidak ada kegaduhan internal,” pungkas Fauka. (HS)

SHARE NOW
TAGGED: Penyadapan Presiden, prabowo subianto, Tim Mawar
Ad imageAd image

LATEST ARTICLE

SDN Purwosari 2 dan 3 Pasuruan Ditingkatkan menjadi Sekolah Hijau Berkelanjutan
4 November 2026
Sinergi Dengan BAZNAS, Pemprov Jatim Wujudkan Hunian Layak Bagi Keluarga Kurang Mampu.
4 November 2026
Polresta Sidoarjo Ungkap 147 Kasus Narkoba, Barang Bukti Rp35 Miliar
4 November 2026
Jumlah Penumpang PELNI Surabaya Naik Periode Januari – Oktober 2026
4 November 2026
Polda Jatim Serahkan Fragmen Tulang Dua Korban Mutilasi Madiun ke Keluarga
4 November 2026

MOST POPULAR

HUKUM

Diduga Libatkan Mafia Tanah, Direktur PT BS Dilaporkan ke Polda Jatim

HUKUM

Operasi Patuh Semeru Hari ke-3, Polres Malang Tindak 441 Pengendara

Peristiwa

Hujan Deras Picu 20 Rumah Warga Blitar Retakan Terancam Longsor

Informa

PS Namoy dan Hardcore Punk Galang Donasi untuk Anak Kanker

LAINNYA

Polresta Sidoarjo Ungkap 147 Kasus Narkoba, Barang Bukti Rp35 Miliar

4 November 2026

Rekaman Intim Bocor ke Media Sosial, Mantan Pacar Ditangkap di Jombang

3 November 2026

Kapolresta Sidoarjo dan Jajaran Ikuti Tes Urine Mendadak

3 November 2026

Bidpropam Polda Jatim Periksa Tujuh Personel Satresnarkoba Polrestabes Surabaya

3 November 2026
metrotvjatim.commetrotvjatim.com
Follow US
© Copyright 2024. All Rights Reserved
  • About
  • Contact Us
  • Terms And Condition
  • Privacy Policy
  • Cyber Media Guidelines
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?