Kabupaten Blitar, Metrotvjatim.com – Cuaca ekstrem berupa hujan lebat yang mengguyur wilayah Kabupaten Blitar kembali memicu bencana alam. Kali ini, retakan tanah sepanjang 20 meter muncul di Dusun Mbangunrejo, Desa Bumirejo, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar, yang kini mengancam keselamatan puluhan warga yang tinggal di lokasi tersebut.
Kejadian bermula pada Rabu sore, sekitar pukul 17.00 WIB, ketika hujan dengan intensitas tinggi turun terus-menerus di wilayah Desa Bumirejo. Tak lama setelah hujan mereda, warga dikejutkan dengan munculnya retakan besar di permukaan tanah yang berada di pemukiman mereka.
Kepala Desa Bumirejo, Seswoyo, membenarkan peristiwa tersebut saat ditemui di lokasi, Kamis (29/10/2026). Ia menjelaskan bahwa retakan yang terbentuk cukup mengkhawatirkan.
“Retakan tanah tersebut membentang sepanjang sekitar 20 meter, dengan lebar mencapai satu meter dan kedalaman hingga tiga meter. Kondisi ini tentu sangat mengkhawatirkan warga, apalagi jika hujan kembali turun,” ujar Seswo.
Tidak hanya membentang di area terbuka, retakan tersebut juga merembet ke bangunan tempat tinggal warga dan akses jalan umum. Sebanyak 15 hingga 20 rumah warga berada dalam zona berisiko tinggi terimbas tanah bergerak ini.
Seswo menambahkan, dampak dari pergerakan tanah ini sudah mulai terlihat pada bangunan warga. Beberapa rumah mengalami keretakan pada dinding dan pondasi, yang menjadi tanda nyata adanya tekanan tanah di bawahnya.
“Akibat retakan tanah yang bergerak ini dampaknya sangat signifikan. Pasalnya rumah warga banyak yang ikut retak dan mengalami kerusakan akibat kejadian ini,” ungkapnya.
Kerusakan yang terjadi pada bangunan warga dan akses jalan diperkirakan menimbulkan kerugian materiil mencapai lebih dari Rp200 juta. Namun, kerugian yang paling dikhawatirkan warga adalah risiko keselamatan jiwa jika tanah tiba-tiba longsor sepenuhnya.
Saat ini warga yang rumahnya berada di zona terancam telah meningkatkan kewaspadaan. Sebagian keluarga memilih untuk sementara mengungsi ke tempat kerabat atau bangunan yang lebih aman, terutama pada malam hari dan saat cuaca mendung. Pemerintah desa juga telah memasang rambu peringatan di area retakan agar warga maupun pengunjung tidak mendekat ke zona berbahaya.
Pemerintah Desa Bumirejo telah melaporkan kondisi tersebut kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar untuk segera dilakukan pengecekan teknis dan penanganan lebih lanjut. Warga berharap segera ada solusi agar mereka bisa kembali menempati rumahnya dengan tenang dan aman dari ancaman longsor. (Aga)

