Surabaya, Metrotvjatim.com- Proses identifikasi korban KMP Virgo Transport 8 terus dilakukan Tim DVI, salah satunya melalui pengumpulan data ante mortem di Posko Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Hingga kini, 43 data ante mortem telah dikumpulkan di Surabaya, dan 13 keluarga telah menyerahkan sampel DNA untuk membantu proses identifikasi korban.
Posko ante mortem di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya terus menghimpun data dari keluarga maupun rekan kerja penumpang dan ABK KMP Virgo Transport 8 . Data yang dikumpulkan meliputi identitas, ciri-ciri fisik, riwayat gigi, hingga barang pribadi yang digunakan korban sebelum kejadian.
Hingga kini, sebanyak 43 data ante mortem telah masuk di Posko Ante Mortem Perak. Dari jumlah tersebut, 13 keluarga telah menyerahkan sampel DNA yang diambil dari keluarga inti atau keluarga terdekat korban.
Data ante mortem dari Surabaya ini selanjutnya diintegrasikan dengan data dari Posko Ante Mortem di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Di Banjarmasin, tim telah menghimpun 38 data ante mortem.
Penggabungan data dilakukan karena proses pencarian dan identifikasi korban melibatkan Tim DVI dari Jawa Timur, Kalimantan Selatan, serta polda lainnya.
Pengumpulan data ante mortem ini menjadi bagian penting dalam proses identifikasi. Data dari keluarga akan dibandingkan dengan data visum, yaitu hasil pemeriksaan langsung terhadap korban yang ditemukan.
Dalam metode DVI, identifikasi dilakukan melalui sejumlah data primer, yaitu sidik jari, gigi, dan DNA. Untuk sidik jari, tim bekerja sama dengan inafis, sedangkan informasi gigi dikumpulkan dari keluarga atau rekan korban.
Sementara itu, sampel DNA diambil dari keluarga inti melalui usap bagian dalam pipi atau usap bukal. Metode ini digunakan untuk membantu mencocokkan identitas korban dengan data yang diperoleh dari jenazah.
Selain data primer, tim juga mengumpulkan data sekunder. Keluarga dimintai informasi mengenai ciri-ciri fisik yang menonjol, seperti tanda lahir, bekas luka operasi, maupun ciri khusus lainnya.
Barang pribadi korban juga dicari, mulai dari gelang, jam tangan, hingga pakaian terakhir yang digunakan sebelum tenggelam.
Seluruh data tersebut dikumpulkan untuk membantu Tim DVI mengarahkan pencarian dan memastikan identitas korban. (Mahmud)

