metrotvjatim.commetrotvjatim.com
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Peristiwa
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Inovasi
  • Live metro tvLive metro tvLive metro tv
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
metrotvjatim.commetrotvjatim.com
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Peristiwa
  • Ekonomi
  • Inovasi
  • Live metro tv
Search
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Peristiwa
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Hankam
  • Inovasi
  • Video
  • Indeks
  • Link Terkait
    • Live metro tv
    • About
    • Contact Us
    • Privacy Policy
    • Terms And Condition
    • Cyber Media Guidelines
Follow US
© Copyright 2024. All Rights Reserved
LIVE TV
HEADLINE

Karhutla Melanda Lima Kawasan Pegunungan Jatim

metrotv 5 September 2026
Share
5 Min Read
Petugas BPBD Jatim memadamkan kebakaran lahan di kawasan Gunung Semeru. Foto. Dok BPBD

Surabaya, Metrotvjatim.com- Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda lima kawasan pegunungan di Jawa Timur. Tim gabungan terus melakukan pemantauan dan penanganan di lokasi yang masih dapat dijangkau.

“Berdasarkan pemantauan hingga Jumat, 4 September 2026 pukul 12.00 WIB, kebakaran terjadi di Gunung Semeru, Gunung Wilis, Gunung Ungup-Ungup, Gunung Arjuno Welirang, dan Bukit Sariwani,” kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton Panjaitan dalam keterangan tertulis, Jumat, 4 September 2026.

Tim yang terlibat dalam penanganan karhutla antara lain Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Tahura R. Soerjo, Perhutani, TNI/Polri, Manggala Agni, dan relawan.

Karhutla di kawasan Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang, telah berlangsung sejak 26 Agustus 2026. Titik kebakaran berada di sekitar Blok Ranukembang, Desa Ranupane, termasuk kawasan Pos 1 jalur pendakian dan wilayah barat Ranu Kumbolo yang secara administratif masuk Desa Ngadas, Kabupaten Malang.

“Pemantauan melalui udara menggunakan helikopter PK-DAP sebelumnya mendeteksi tiga titik api di sekitar Ranu Kumbolo,” ungkap Berton.

Luas area yang terbakar di kawasan Gunung Semeru diperkirakan mencapai 1.888,91 hektare. Pemadaman terkendala medan berupa tebing dengan kemiringan sangat terjal serta angin kencang yang berpotensi mempercepat perambatan api.

Baca Juga:  Pastikan Mitigasi Bencana Hidrometeorologi Berjalan Optimal, Khofifah Pantau Operasi OMC

Dukungan pemadaman melalui udara juga belum maksimal karena helikopter PK-DAP mengalami kendala sistem kelistrikan dan sedang menjalani perbaikan. Kendala pada bucket helikopter turut membuat operasi water bombing belum dapat dilakukan secara optimal.

“Sambil menunggu dukungan udara dapat kembali dioperasikan, tim gabungan melanjutkan pemadaman secara manual serta pembuatan sekat bakar untuk menghambat perambatan api,” bebernya.

Sebagai langkah mitigasi keselamatan, TNBTS menutup sementara seluruh aktivitas pendakian Gunung Semeru sejak 26 Agustus 2026 hingga batas waktu yang belum ditentukan.

“BPBD Provinsi Jawa Timur, BPBD Kabupaten Lumajang dan petugas TNBTS juga terus melakukan pemantauan dan koordinasi untuk mempercepat penanganan kebakaran di kawasan tersebut,” tambah Berton.

Karhutla juga terjadi di kawasan Gunung Wilis yang berada di Kabupaten Nganjuk dan Kediri. Kebakaran yang dilaporkan sejak 30 Agustus 2026 itu melanda sejumlah petak kawasan hutan.

Luas area terbakar sementara diperkirakan sekitar 5 hektare di Kabupaten Nganjuk dan 11 hektare di Kabupaten Kediri. Tim gabungan masih melakukan penyisiran dan pemantauan terhadap titik api yang dapat dijangkau.

Baca Juga:  Sejumlah Siswa SD di Rongga Bandung Barat Keracunan Usai Santap Jajanan

“Tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian ini. BPBD setempat bersama unsur terkait terus melakukan pemantauan perkembangan situasi di kawasan Gunung Wilis,” tutur Berton.

Sementara itu, kebakaran di kawasan Gunung Ungup-Ungup, Kabupaten Banyuwangi, yang dilaporkan pada 3 September 2026, meluas hingga memasuki wilayah Kabupaten Bondowoso. Luas area terbakar sementara diperkirakan mencapai 20 hektare.

“Medan yang terjal, licin, dan berbahaya menjadi kendala dalam menjangkau sejumlah titik api,” ucap Berton.

Untuk meminimalkan risiko bagi pengunjung, Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen yang berada di wilayah Banyuwangi dan Bondowoso ditutup sementara mulai 4 September 2026 hingga waktu yang belum ditentukan.

“Petugas juga terus melakukan pemantauan di jalur pendakian Kawah Ijen guna mengantisipasi pergerakan api yang berpotensi mengarah ke kawasan wisata maupun jalur pendakian,” ujarnya.

Di Kabupaten Pasuruan, karhutla terjadi di kawasan Gunung Arjuno Welirang sejak 3 September 2026. Hingga Jumat, masih terpantau kepulan asap di kawasan tersebut.

Tim gabungan melakukan penyisiran dan pembasahan di wilayah Lembah Kidang. Penanganan melalui jalur darat akan dilanjutkan bersama relawan di lokasi yang memungkinkan untuk dijangkau.

Baca Juga:  5 Calon Penumpang KA Singasari Relasi Blitar–Pasar Senen Kembalikan Tiket

“Luas area terdampak masih dalam pendataan dan tidak terdapat korban jiwa,” kata Berton.

Kebakaran lainnya dilaporkan terjadi di Bukit Sariwani, Desa Sariwani, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo. Kepulan asap masih terlihat dari lereng bukit, sementara medan terjal menjadi kendala dalam penanganan melalui jalur darat.

BPBD Provinsi Jawa Timur bersama BPBD Kabupaten Probolinggo telah menuju lokasi untuk melakukan asesmen, koordinasi, serta memperkuat pemantauan dan kesiapsiagaan. Jika titik api dapat dijangkau, petugas akan melakukan pemadaman secara manual.

Berton mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di sekitar kawasan hutan dan pegunungan, tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, termasuk membuka lahan dengan cara membakar.

“Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila melihat titik api atau kepulan asap di kawasan hutan kepada petugas terdekat agar dapat ditangani sedini mungkin,” ujarnya.

BNPB juga meminta masyarakat maupun wisatawan yang hendak beraktivitas di kawasan pegunungan mematuhi ketentuan dan penutupan kawasan yang ditetapkan pengelola. Langkah tersebut diperlukan untuk menjaga keselamatan sekaligus mencegah risiko akibat meluasnya kebakaran.

SHARE NOW
TAGGED: bpbd jatim, Gunung Terbakar, Karhutla di Jatim
Ad imageAd image

LATEST ARTICLE

Gunung Anak Krakatau Erupsi, Batas Aman Radius 3 Km
5 September 2026
Titik Api Muncul Lagi di Gunung Butak
5 September 2026
Antrian Truk Menuju Pelabuhan Ketapang Tembus 30 Kilometer
4 September 2026
Persebaya Surabaya Luncurkan Jersey Home dan Away Super League Musim 2026/2027
4 September 2026
Kejagung: Jaksa Wajib Kejar Ganti Rugi Korban Pidana Umum
4 September 2026

MOST POPULAR

Peristiwa

Kuras Korban Ratusan Juta, Pelaku Bermodus Aplikasi Kencan Ditangkap Polres Madiun

HUKUM

Sudah Lunas Belum Serah Terima, Pembeli Apartemen Gugat Pengembang Rp6,49 Miliar

HEADLINE

Polisi Ancam Jurnalis, FJTB: Saatnya Wartawan Bersatu, Hentikan Arogansi Polisi!

HEADLINE

Resahkan Warga Sidorejo, Polres Malang Bakar Arena Judi Sabung Ayam

LAINNYA

Gunung Anak Krakatau Erupsi, Batas Aman Radius 3 Km

5 September 2026

Titik Api Muncul Lagi di Gunung Butak

5 September 2026

Antrian Truk Menuju Pelabuhan Ketapang Tembus 30 Kilometer

4 September 2026

Pastikan Timbangan Pedagang Akurat, Pemkab Gresik Gencarkan Tera dan Tera Ulang

4 September 2026
metrotvjatim.commetrotvjatim.com
Follow US
© Copyright 2024. All Rights Reserved
  • About
  • Contact Us
  • Terms And Condition
  • Privacy Policy
  • Cyber Media Guidelines
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?