Kabupaten Blitar, Metrotvjatim.com – Niat membersihkan kebun dengan cara membakar rumput dan semak berujung petaka. Seorang warga Dusun Tuwuhrejo, Desa Kesamben, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar, Muhdi, meninggal dunia setelah terjatuh ke tebing yang dipenuhi kobaran api, Kamis (25/9/2026).
Peristiwa tersebut terjadi di lahan milik korban yang lokasinya tidak jauh dari rumahnya. Saat itu, korban sedang membersihkan kebun dengan cara membakar rumput dan semak-semak.
Namun, di tengah kondisi kemarau, api dengan cepat merambat dan membesar. Panik melihat kobaran api semakin meluas, korban berusaha memadamkannya.
Nahas, saat berupaya mengendalikan api, korban justru terjatuh ke sebuah tebing. Lokasi korban jatuh berada di sekitar rumpun bambu yang juga ikut terbakar.
Kasi Humas Polres Blitar, Aiptu Muheni, mengatakan korban diketahui membakar sendiri lahan tersebut untuk membersihkan kebun.
“Korban ini membakar sendiri untuk membersihkan kebunnya. Karena api kemudian merambat dan dikhawatirkan membesar, korban berusaha memadamkan. Namun korban justru terjatuh ke tebing, tepat di kerumunan api yang membakar rumpun bambu,” ujar Muheni.
Korban pertama kali diketahui oleh istrinya. Saat itu, istri korban melihat suaminya tidak kunjung kembali ke rumah hingga akhirnya mencari ke lokasi kebun.
“Istrinya yang pertama menemukan. Kemudian berteriak-teriak meminta pertolongan setelah mengetahui suaminya sudah meninggal,” jelasnya.
Muheni menyebut, korban meninggalkan rumah sekitar pukul 08.00 WIB. Sementara keberadaan korban baru diketahui sekitar pukul 09.30 WIB.
“Lokasi kejadian dekat dengan rumah korban dan memang lahan tersebut milik pribadi,” imbuhnya.
Petugas kepolisian yang menerima laporan kemudian mendatangi lokasi dan melakukan pemadaman. Tim INAFIS juga diterjunkan untuk melakukan pemeriksaan terhadap korban dan lokasi kejadian.
Dari keterangan keluarga, korban memang diketahui kerap melakukan pembakaran untuk membersihkan lahan, meski telah diingatkan agar tidak melakukan aktivitas tersebut.
“Dari pihak keluarga mengakui bahwa korban memang sulit diberi tahu agar tidak membakar,” kata Muheni.
Setelah dilakukan pemeriksaan, pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah. Keluarga juga menyatakan bahwa korban meninggal akibat kecelakaan yang terjadi saat berupaya memadamkan api yang sebelumnya dinyalakan sendiri.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk tidak sembarangan membakar lahan, terutama saat musim kemarau ketika kondisi rumput, semak, dan dedaunan kering mudah terbakar sehingga api dapat dengan cepat merambat dan sulit dikendalikan. (Aga)

