Jakarta: PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasional (Daop) 1 Jakarta mencatat total 2,47 juta kali pemanfaatan teknologi pengenalan wajah ( face recognition ) dalam kurun waktu Januari hingga September 2026. Kehadiran teknologi ini memberikan kemudahan bagi para penumpang kereta api tanpa harus menampilkan tiket fisik ataupun kartu identitas secara manual di gerbang pemeriksaan.
“Pelanggan yang sudah terdaftar cukup melakukan pemindaian wajah di boarding gate . Fasilitas ini memudahkan proses pemeriksaan sehingga pelanggan tidak perlu menunjukkan tiket dan identitas secara berulang pada proses boarding menggunakan face recognition ,” kata Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, dalam keterangan tertulis, Jumat, 16 Oktober 2026.
Inovasi pemindaian wajah tersebut kini sudah dapat dimanfaatkan di beberapa stasiun utama wilayah operasional Jakarta. Yakni, Stasiun Gambir, Stasiun Pasar Senen, serta Stasiun Bekasi.
Stasiun Gambir mencatatkan volume penggunaan tertinggi mencapai 1,4 juta kali. Kemudian disusul oleh Stasiun Pasar Senen sebanyak 749 ribu kali, serta Stasiun Bekasi dengan angka penggunaan menyentuh 280 ribu kali.
Francoto menambahkan bahwa implementasi sistem digital ini merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mewujudkan pelayanan perjalanan kereta api yang jauh lebih praktis, cepat, dan modern.
“Pemanfaatan face recognition tidak hanya memberikan kemudahan bagi pelanggan, tetapi juga menjadi bagian dari transformasi digital KAl yang mendukung prinsip kemiskinan lingkungan. Melalui layanan tanpa tiket cetak, kami terus mendorong pelayanan yang lebih efisien sekaligus ramah lingkungan,” jelas Franoto.
Kendati proses pemeriksaan tiket kini menjadi jauh lebih ringkas, pihak KAI mengimbau penumpang agar meluangkan waktu kedatangan setidaknya satu jam sebelum jadwal keberangkatan kereta. Langkah antisipasi ini diperlukan agar penumpang tidak mengalami keterlambatan maupun kekhawatiran saat menuju gerbong kereta.
“Kami menyarankan pelanggan datang setidaknya satu jam sebelum jadwal keberangkatan. Dengan datang lebih awal, pelanggan memiliki waktu yang cukup untuk melakukan boarding, memastikan nomor kereta dan tempat duduk, serta menuju peron dengan lebih nyaman tanpa terburu-buru,” ujar Franoto.
Imbauan itu diberikan khususnya di tengah kondisi tingginya mobilitas pelanggan. Berdasarkan catatan data selama bulan September 2026, total pergerakan penumpang di tujuh stasiun Daop 1 Jakarta menyentuh angka 1.626.534 orang, yakni 817.263 penumpang yang melakukan perjalanan berangkat serta 809.271 penumpang yang tiba.
(Afifah Alfina)

