Probolinggo, Metrotvjatim.com- Polres Probolinggo terus melakukan pendampingan terhadap keluarga 4 petugas dan relawan, yang gugur saat memadamkan kebakaran lahan di kawasan Gunung Bromo. Sebelumnya, saat mengevakuasi jenazah, Kapolres AKBP Asmida Rizki Siregar, turut memikul tandu korban.
Dengan didampingi personel Polisi Wanita, AKBP Asmida Rizki Siregar, menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam. Menurutnya, kejadian tersebut juga menjadi duka bagi keluarga besar Polres Probolinggo, yang selama ini berjuang bersama dalam pemadaman karhutla Gunung Bromo.
“Kami turut berduka sedalam-dalamnya atas musibah yang dialami keluarga korban. Polisi bersama masyarakat adalah satu kesatuan. Kami hadir di sini untuk memberikan dukungan nyata, memastikan bahwa keluarga tidak berjalan sendirian dalam menghadapi cobaan berat ini,” ujar AKBP Asmida Rizki Siregar.
Kapolres Probolinggo menambahkan, ada dua misi utama dalam aksi kemanusiaan ini yaitu dukungan moril nyata dan pelayanan berbasis empati. Ia menegaskan bahwa Polri wajib hadir dengan hati di tengah-tengah ruang publik dan sosial kemasyarakatan.
“Kami berupaya memberikan kekuatan psikologis agar keluarga korban bisa segera bangkit dari masa-masa sulit,” ungkap AKBP Rizki.
Sementara itu, kejadian yang merenggut nyawa 4 petugas dan relawan tersebut, bermula pada Kamis pagi sekitar pukul 09.00 WIB. Saat itu, sebanyak 12 orang yang terdiri dari petugas TNBTS, anggota Masyarakat Peduli Api, serta karyawan hotel berangkat menuju lokasi untuk melakukan pemadaman.
Namun sekitar pukul 13.30, sebagian rombongan terjebak kobaran api dan asap pekat. Saat rekan-rekan lainnya melakukan evakuasi, ditemukan tiga orang meninggal dunia dan tiga lainnya menderita luka bakar.
Namun, satu korban yang sempat menjalani perawatan di rumah sakit meninggal dunia pada Kamis malam, sehingga jumlah petugas meninggal berjumlah empat orang.
Dua korban lain yang terluka saat ini sudah dirujuk ke RSUD Dokter Soetomo, untuk mendapatkan perawatan. (Dosi)

