Kabupaten Malang, Metrotvjatim.com – Pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Tahun Anggaran 2026 bakal dipusatkan di Desa Taji, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang. Kali ini, Kodim 0818/Kabupaten Malang-Batu memfokuskan pembangunan desa yang tidak hanya diukur dari infrastruktur yang selesai dikerjakan, tetapi juga dari perubahan yang dirasakan masyarakat setelahnya.
Program yang dilaksanakan Kodim 0818/Kabupaten Malang-Batu mulai 13 Oktober hingga 11 November 2026 ini menyasar kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari akses jalan usaha tani, keselamatan pengguna jalan, hingga perbaikan rumah warga. Melalui kolaborasi TNI, pemerintah daerah, Polri, dan masyarakat, TMMD diarahkan untuk mendukung aktivitas ekonomi sekaligus meningkatkan kualitas hidup warga.
Komandan Kodim 0818 Kabupaten Malang-Batu Letkol Czi Bayu Nugroho menegaskan bahwa pembangunan jalan usaha tani menjadi salah satu sasaran utama karena berkaitan langsung dengan aktivitas masyarakat, khususnya petani.
“Peningkatan kualitas jalan berupa pembuatan jalan usaha tani itu diharapkan mempermudah akses warga untuk menyalurkan hasil pertanian,” ujar Bayu, Selasa (13/10/2026).
Bagi masyarakat yang menggantungkan penghidupan pada sektor pertanian, kondisi jalan turut menentukan kelancaran aktivitas produksi. Akses yang sulit dapat menyulitkan petani menjangkau lahan maupun mengangkut hasil panen menuju titik pengumpulan atau pemasaran.
Melalui pembangunan jalan usaha tani, TMMD ke-130 diharapkan membantu memperlancar mobilitas tersebut. Akses yang lebih baik berpotensi mengurangi hambatan perjalanan, mempermudah pengangkutan hasil pertanian, serta mendukung kegiatan produksi masyarakat.
Dampak ekonomi menjadi tujuan lanjutan dari pembangunan infrastruktur tersebut. Bayu menegaskan, program ini tidak berhenti pada pembangunan fisik, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan perekonomian warga Desa Taji.
“Yang kedua adalah meningkatkan perekonomian warga Desa Taji itu sendiri,” tegasnya.
Meski demikian, peningkatan pendapatan petani tetap bergantung pada berbagai faktor, termasuk produktivitas, harga komoditas, biaya angkut, dan kondisi pasar. Infrastruktur yang lebih baik menjadi salah satu fondasi untuk mendukung aktivitas ekonomi, bukan satu-satunya penentu kesejahteraan.
Manfaat TMMD juga menyentuh aspek keselamatan. Kondisi geografis Desa Taji memiliki tantangan berupa jalan berkontur miring, tebing, tanjakan, turunan, dan tikungan tajam.
Karakteristik tersebut membutuhkan dukungan infrastruktur yang membantu pengguna jalan mengenali kondisi jalur. Karena itu, program TMMD ke-130 mencakup pemasangan enam titik rambu lalu lintas dengan reflektor.
Keberadaan rambu diharapkan membantu meningkatkan kewaspadaan pengguna jalan, terutama ketika melintasi ruas yang sempit dan berkelok. Dengan informasi jalan yang lebih jelas, pengendara diharapkan dapat menyesuaikan kecepatan dan meningkatkan kehati-hatian.
Sementara itu, kebutuhan penerangan di jalan utama menuju Desa Taji belum masuk dalam sasaran TMMD tahun ini. Kebutuhan tersebut telah dibicarakan bersama Pemerintah Kabupaten Malang dan diupayakan memperoleh dukungan pada 2027.
Dengan demikian, pemasangan rambu menjadi bagian dari upaya peningkatan keselamatan yang perlu dilanjutkan melalui pemeliharaan fasilitas serta penanganan kebutuhan infrastruktur lainnya.
Selain pembangunan jalan dan pemasangan rambu, TMMD ke-130 juga mencakup perbaikan tujuh rumah warga melalui kerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).
Sasaran ini memiliki manfaat yang berbeda dibandingkan pembangunan infrastruktur umum. Perbaikan rumah diarahkan untuk membantu penerima manfaat memperoleh kondisi hunian yang lebih baik sesuai lingkup pekerjaan yang dilaksanakan.
Hunian yang layak merupakan bagian penting dari kualitas hidup keluarga. Karena itu, perbaikan rumah warga menjadi wujud perhatian terhadap kebutuhan masyarakat yang tidak seluruhnya dapat dijawab melalui pembangunan jalan atau fasilitas umum.
Pelaksanaan program ini juga memperlihatkan pentingnya kolaborasi antarlembaga dalam menjangkau kebutuhan warga. Sinergi Kodim 0818/Kabupaten Malang-Batu dan Baznas diharapkan membantu pelaksanaan sasaran perbaikan rumah sesuai rencana.
Untuk menyelesaikan seluruh sasaran dalam waktu 30 hari, sekitar 150 personel gabungan dari TNI, pemerintah daerah, dan Polri diterjunkan. Sedikitnya 150 warga Desa Taji juga dilibatkan dan dibagi ke sejumlah titik pekerjaan.
Pelibatan masyarakat tidak hanya mendukung pelaksanaan pekerjaan, tetapi juga membuka ruang partisipasi warga dalam pembangunan lingkungannya. Keterlibatan tersebut diharapkan menumbuhkan rasa memiliki sehingga fasilitas yang dibangun dapat dijaga dan dimanfaatkan dalam jangka panjang.
Bayu menegaskan bahwa kemanunggalan TNI dan rakyat menjadi bagian utama dari pelaksanaan TMMD.
“Yang paling utama memang kita menyatu dengan warga, kita manunggal dengan warga sehingga dapat mendukung ketahanan nasional,” katanya.
Menurut Bayu, seluruh sasaran ditargetkan selesai sesuai jadwal penutupan pada 11 November 2026.
Bupati Malang HM Sanusi mendukung pelaksanaan TMMD sebagai bagian dari upaya membangun desa melalui kolaborasi pemerintah dan masyarakat.
“Intinya kita bersama masyarakat berkolaborasi membangun desa. Membangun negeri itu dimulai dari desa,” kata Sanusi.
Ia berharap pembangunan dapat mendorong masyarakat semakin bersemangat mengembangkan potensi wilayahnya secara mandiri dengan mengedepankan gotong royong.
“Harapannya memberikan semangat dan gairah kepada masyarakat untuk bekerja serta membangun desanya secara mandiri dengan prinsip gotong royong,” ujarnya.
Bagi warga Desa Taji, manfaat TMMD diharapkan tidak berhenti ketika program berakhir. Jalan usaha tani perlu dimanfaatkan dan dipelihara, rambu lalu lintas harus dijaga keberadaannya, sedangkan rumah yang diperbaiki perlu dirawat agar manfaatnya bertahan lebih lama.
Dengan sasaran yang menyentuh akses ekonomi, keselamatan jalan, dan kebutuhan hunian, TMMD ke-130 menjadi upaya pembangunan berbasis kebutuhan masyarakat. Keberhasilan program pada akhirnya akan terlihat dari sejauh mana infrastruktur tersebut membantu aktivitas warga dan mendukung kehidupan desa secara berkelanjutan. (Aga)

