Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan kembali posisi politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif dalam pidatonya di Eastern Economic Forum (EEF) 2026 di Vladivostok, Rusia. Prabowo menekankan bahwa Indonesia berkomitmen untuk menjalin persahabatan dengan semua negara tanpa memihak pada blok kekuatan tertentu.
Dikutip dalam tayangan Breaking News Metro TV , Kamis, 3 September 2026, pada forum tersebut, Prabowo mengutip prinsip yang pernah diusung Presiden Soekarno dan kembali mempopulerkan pepatah, “Seribu teman terlalu sedikit, satu musuh terlalu banyak.” Pernyataan ini menyatakan keinginan Indonesia untuk bekerja sama secara luas demi kepentingan ekonomi nasional.
Penguatan Kerja Sama Ekonomi
Hubungan bilateral antara Indonesia dan Rusia kini telah meningkat menjadi strategi kemitraan. Hal ini dibuktikan dengan kenaikan nilai transaksi perdagangan yang signifikan. Pada semester pertama 2026 (Januari-Juni), transaksi perdagangan kedua negara telah mencapai angka USD3,29 miliar, naik drastis dari periode yang sama tahun lalu yaitu sebesar USD2,2 miliar.
Selain perdagangan, kedua negara juga membahas peluang kerja sama di berbagai sektor strategi, antara lain:
•Pertanian dan ketahanan pangan.
•Pembangunan kapal dan konektivitas maritim.
•Teknologi digital dan energi, termasuk pengembangan energi nuklir.
•Optimalisasi investasi pemerintah melalui badan pengelola investasi Danantara.
Pujian dari Vladimir Putin
Presiden Rusia Vladimir Putin memberikan respon positif terhadap pidato dan kehadiran Prabowo. Putin menyebut Indonesia sebagai mitra penting yang sangat bisa diandalkan, terutama dalam konteks ASEAN.
Putin secara khusus menyoroti potensi besar perekonomian Indonesia. Dengan populasi muslim terbesar di dunia dan jumlah penduduk yang mencapai hampir 300 juta jiwa, Putin menilai Indonesia memiliki prospek pertumbuhan yang sangat cerah dibandingkan dengan negara-negara lain.
Agenda Bilateral
Sebelum mengikuti sesi pleno, kedua pemimpin negara tersebut mengadakan pertemuan bilateral dan jamuan makan siang bersama. Pertemuan ini menandai lebih dari 76 tahun hubungan diplomatik antara kedua negara. Presiden Prabowo dijadwalkan meninggalkan Rusia pada hari yang sama setelah seluruh rangkaian agenda forum ekonomi tersebut selesai.

