Banyuwangi, Metrotvjatim.com- Empat hari terakhir keberadaan gas elpiji tiga kilogram di Kabupaten Banyuwangi, Jawa timur mulai langka. Hampir seluruh toko kelontong dan beberapa pangkalan tidak terlihat adanya persediaan gas elpiji, dengan alasan pasokan terlambat.
Sudarsono, salah satu pemilik toko menjelaskan pasokan gas elpiji tiga kilogram mulai terlambat. Dalam kondisi normal dia mendapat pasokan seminggu sekali, namun beberapa hari terakhir ini kiriman gas tidak kunjung datang.
Menurutnya, meskipun di waktu tertentu mendapat kiriman gas elpiji, namun jumlah yang didapat berkurang dengan dalih pemerataan jatah gas untuk semua toko. “Saya biasanya mendapat jatah pembelian 75 gas tiga kilogram jika kondisi normal, namun kali ini hanya mendapat jatah sekitar 50 an itupun belum juga dikirim” ujar Sudarsono.
Kelangkaan gas elpiji juga dikeluhkan Widya, ibu rumah tangga, warga Kebaleman Banyuwangi, yang kehabisan gas elpiji.
Widya terpaksa mencari dan gas tiga kilo dengan berkeliling jauh di luar perumahanya. ” Saya keliling mas mencari gas elpiji, hampir setiap toko dan warung madura saya datangi tapi saya stok gas mereka habis, ujar widya.
Hal senada juga dirasakan Dekon, pemilik warung kopi di komplek perumahan Kebalenan yang mengaku stok gas elpijinya habis. Akibatnya, Dekon terpaksa nenutup warung kopi setengah hari, karena kehabisan gas elpiji.
” Saya tidak tahu kalau gas elpiji langka, tahunya setelah gas tiga kilo saya habis, saya keliling cari gas ternyata stok gas beberapa toko di perumahan saya habis, ujar pak dekon.
Ia terpaksa beli gas elpiji jauh dari rumahnya dengan harga per gas elpiji 20 ribu. (Himawan).

