metrotvjatim.commetrotvjatim.com
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Peristiwa
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Inovasi
  • Live metro tvLive metro tvLive metro tv
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
metrotvjatim.commetrotvjatim.com
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Peristiwa
  • Ekonomi
  • Inovasi
  • Live metro tv
Search
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Peristiwa
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Hankam
  • Inovasi
  • Video
  • Indeks
  • Link Terkait
    • Live metro tv
    • About
    • Contact Us
    • Privacy Policy
    • Terms And Condition
    • Cyber Media Guidelines
Follow US
© Copyright 2024. All Rights Reserved
LIVE TV
NASIONAL

Angka Kematian Tinggi, RS Kemenkes Surabaya Fokus Penanganan Strok

Redaksi 7 September 2026
Share
4 Min Read

Surabaya, metrotvjatim.com – Rumah Sakit Kementerian Kesehatan (RS Kemenkes) Surabaya fokus layanan penanganan strok. Selain penyakit jantung, gagal ginjal, dan kanker, penanganan strok terus diperkuat untuk menekan angka kematian serta kecacatan akibat serangan strok.

Rata-rata 350.000 orang per tahun di Indonesia meninggal akibat serangan strok. Direktur Utama RS Kemenkes Surabaya, dr. Martha Muliana Lumogom Siahaan, mengingatkan masyarakat mengenai pentingnya mengenali gejala strok dan membawa pasien ke fasilitas kesehatan secepat mungkin.

Pasalnya, keterlambatan penanganan masih menjadi salah satu persoalan serius. Tidak sedikit masyarakat yang menganggap gejala awal strok sebagai keluhan biasa, bahkan menyebutnya sebagai “angin duduk”.

Direktur Utama RS Kemenkes Surabaya, dr. Martha Muliana Lumogom Siahaan, menegaskan bahwa masyarakat harus segera mencari pertolongan medis ketika mengalami gejala yang mengarah pada strok.

“Kalau tiba-tiba mengalami gejala seperti itu, jangan bilang angin duduk. Itu tanda-tanda strok yang harus segera kita atasi. Kurang dari empat jam sudah harus sampai di rumah sakit,” tegas dr. Martha.

Baca Juga:  Pemkab Sidoarjo Mendirikan Dapur Umum di Lokasi Banjir

Menurutnya, waktu menjadi faktor yang sangat menentukan dalam penanganan strok. Semakin cepat pasien mendapatkan pertolongan, semakin besar peluang untuk meminimalkan risiko kematian maupun kecacatan.

Namun, kondisi di lapangan menunjukkan masih banyak pasien yang datang ketika sudah terlambat.

“Di sini rata-rata ada beberapa pasien yang datang dalam waktu kurang dari empat jam. Tapi di luar itu ada sekitar lima kali lipat yang datang terlambat. Ada yang sudah sehari, bahkan ada yang sampai 23 hari di rumah baru dibawa ke sini,” ungkapnya.

Kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena keterlambatan membawa pasien ke rumah sakit dapat mempersempit kesempatan tenaga medis untuk memberikan penanganan secara optimal.

Baca Juga:  Survei LSI Denny JA, Pasangan Yes–Dirham Masih Unggul di Pilkada Lamongan

Sementara itu, Plt. Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan RS Kemenkes Surabaya, dr. Adhy Nugroho, MARS, mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap kondisi sudah aman ketika gejala strok tiba-tiba menghilang.

Menurutnya, gejala yang sempat muncul kemudian mereda bisa menjadi tanda Transient Ischemic Attack (TIA) atau serangan iskemik sementara yang tetap membutuhkan pemeriksaan medis.

“Jangan menganggap kalau gejalanya hilang berarti sudah sembuh. Itu bukan berarti penyakitnya sudah sembuh. Karena itu deteksi dini strok harus terus dilakukan,” ujar dr. Adhy.

Untuk mempercepat penanganan pasien, RS Kemenkes Surabaya juga berupaya memangkas waktu pelayanan sejak pasien tiba di unit gawat darurat.

“Dalam waktu empat jam itu kita tangani. Pemeriksaan sampai obat kurang dari 30 menit. Jadi hasilnya bisa sangat ditekan dibandingkan pasien yang datang terlambat,” jelasnya.

Baca Juga:  Polda Kalsel Tetapkan Empat Tersangka Insiden Tenggelamnya KM Virgo Transport 8

Tak hanya fokus pada penanganan, RS Kemenkes Surabaya juga mendorong langkah pencegahan melalui Program Cek Kesehatan Gratis (CKG).

Pemeriksaan kesehatan secara berkala, seperti pengecekan tekanan darah, kadar gula darah, dan profil kolesterol, dinilai penting untuk mengetahui sekaligus mengendalikan berbagai faktor risiko strok sejak dini.

Masyarakat juga diminta mengenali tanda-tanda utama strok, di antaranya perubahan pada wajah yang tidak simetris, kelemahan atau mati rasa pada salah satu sisi tubuh, serta gangguan bicara yang muncul secara tiba-tiba.

Jika gejala tersebut muncul, masyarakat diminta tidak menunggu gejala membaik dengan sendirinya. Pasien harus segera dibawa ke rumah sakit agar mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis secepat mungkin.

Semakin cepat strok ditangani, semakin besar peluang pasien untuk terhindar dari risiko kecacatan maupun kondisi yang lebih fatal. (flh)

SHARE NOW
Ad imageAd image

LATEST ARTICLE

Deputy KAI Daop 7 Madiun Sidak Perlintasan Sebidang hingga Cek Lintas Stasiun Blitar–Kediri
24 Oktober 2026
Karhutla Dekati Permukiman, Warga Banyuasin Berhamburan
24 Oktober 2026
Pemprov Bengkulu Berlakukan Pembelajaran Jarak Jauh Imbas Kabut Asap
24 Oktober 2026
Siswa SD Muhammadiyah 29 Surabaya Gelar Salat Istisqa, Berharap Hujan Segera Turun
24 Oktober 2026
Produk Pesantren Naik Kelas! Dini Halal Expo 2026 Genjot Ekonomi Santri Lewat Sertifikasi Halal
24 Oktober 2026

MOST POPULAR

HEADLINE

Polres Blitar Kota Temukan Dugaan Penimbunan Pertalite di SPBU Kebonrojo

HEADLINE

Kapolres Malang Cek Pelayanan Pagi, Pastikan Polisi Hadir di Jalan

INOVASI

Kampung Edukasi Sampah Sidoarjo jadi Lokus Verifikasi Adipura 2026

HEADLINE

Personil Polres Malang Diterjunkan untuk Padamkan Karhutla di Gunung Arjuno

LAINNYA

Deputy KAI Daop 7 Madiun Sidak Perlintasan Sebidang hingga Cek Lintas Stasiun Blitar–Kediri

24 Oktober 2026

Karhutla Dekati Permukiman, Warga Banyuasin Berhamburan

24 Oktober 2026

Pemprov Bengkulu Berlakukan Pembelajaran Jarak Jauh Imbas Kabut Asap

24 Oktober 2026

BPOM Terbitkan Izin Edar 43 Obat TBC Selama 2024-2026

24 Oktober 2026
metrotvjatim.commetrotvjatim.com
Follow US
© Copyright 2024. All Rights Reserved
  • About
  • Contact Us
  • Terms And Condition
  • Privacy Policy
  • Cyber Media Guidelines
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?