Surabaya, Metrotvjatim.com- Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Asosiasi Advokat Indonesia (AAI) di Surabaya, menetapkan Prof. Dr. KPHA Tjandra Sridjaja Pradjonggo, S.H., M.H., sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) AAI masa bakti 2026–2031. Penetapan melalui aklamasi tersebut mendapat dukungan bulat dari 19 Dewan Pimpinan Cabang AAI dari seluruh Indonesia.
Ketua Pimpinan Sidang, Dr. Efran Helmi Juni, S.H., M.H., mengatakan seluruh cabang menyepakati satu nama untuk memimpin organisasi. Calon ketua umum juga telah menyatakan kesediaannya menerima mandat tersebut.
Keputusan itu kemudian dituangkan dalam Surat Keputusan Nomor 08/Munaslub/AAI/IX/2026. Dalam keputusan tersebut, kepengurusan baru diamanatkan untuk segera dibentuk paling lama 40 hari.
Usai ditetapkan sebagai ketua umum, Tjandra menyampaikan sejumlah agenda awal kepemimpinannya. Di antaranya konsolidasi organisasi, penyusunan program kerja, serta pelaksanaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas).
Setelah agenda internal tersebut, kepengurusan baru akan melakukan konsolidasi hingga ke daerah dengan memperluas jaringan organisasi.
“Kami mengajak DPW membentuk lebih banyak DPC. DPC yang ada harus mampu menambah jumlah anggota. Tujuannya satu: mengibarkan bendera AAI ke seluruh pelosok Nusantara,” ujar Tjandra.
Ia juga menyampaikan dukungan AAI terhadap putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mengakui sistem multibar dan keberadaan dewan kehormatan pada masing-masing organisasi advokat.
“Pengaturan itu baik agar pelaksanaan profesi dan penegakan kode etik dapat dikendalikan dengan lebih baik,” katanya.
Dalam kepemimpinannya, Tjandra juga merencanakan penerbitan kartu anggota baru yang berlaku selama lima tahun. Kartu tersebut akan diberikan secara cuma-cuma kepada anggota. Kebijakan itu ditujukan untuk memperkuat AAI sebagai organisasi yang dipilih secara sukarela oleh para advokat.
Sementara itu, Ketua Komisariat Ikatan Keluarga Alumni Fakultas Hukum Universitas Surabaya (IKA FH Ubaya), Johanes Dipa Widjaja, menyampaikan harapan atas terpilihnya Tjandra sebagai Ketua Umum AAI.
Menurut Johanes, kepemimpinan baru diharapkan mampu menjaga nilai organisasi, merangkul perbedaan, sekaligus memperkuat persatuan anggota AAI.
“Hari ini adalah hari yang baik bagi AAI. Sebab sebuah organisasi tidak menjadi besar hanya karena panjangnya sejarah, tetapi karena hadirnya pemimpin yang mampu menjaga nilai, merangkul perbedaan, dan membawa seluruh anggotanya berjalan menuju arah yang sama,” ujar Johanes. (Dosi)

