metrotvjatim.commetrotvjatim.com
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Peristiwa
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Inovasi
  • Live metro tvLive metro tvLive metro tv
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
metrotvjatim.commetrotvjatim.com
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Peristiwa
  • Ekonomi
  • Inovasi
  • Live metro tv
Search
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Peristiwa
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Hankam
  • Inovasi
  • Video
  • Indeks
  • Link Terkait
    • Live metro tv
    • About
    • Contact Us
    • Privacy Policy
    • Terms And Condition
    • Cyber Media Guidelines
Follow US
© Copyright 2024. All Rights Reserved
LIVE TV
INOVASI

ITS Surabaya Gelar Lomba Prototipe Dinding Penahan Longsor, Minimalisir Dampak Bencana

Redaksi 17 November 2025
Share
5 Min Read

Surabaya, Geotechnical Engineering Competition (GEC) 2025 memasuki babak final dengan menyaring 11 tim terbaik dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. 

Babak pamungkas yang digelar di Kampus Teknik Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) pada Sabtu, (15/11/2025), menjadi ajang adu ketepatan perencanaan dan kekuatan prototipe perkuatan lereng yang dirancang para finalis.

Direktur Teknik Teknindo Geosistem Unggul, Azmi Lisani Wahyu, S.T., M.T., menjelaskan bahwa tahapan lomba tahun ini dirancang untuk menilai kemampuan peserta dalam merencanakan dan memodelkan rekayasa stabilitas lereng secara komprehensif. 

Ia menyebut, sehari sebelumnya para peserta telah memaparkan proposal perencanaan di hadapan dewan juri, yang menyumbang 60 persen nilai akhir. Sementara demonstrasi prototipe pada hari final menjadi penentu 40 persen sisanya.

Azmi menerangkan bahwa total 38 tim dari 17 perguruan tinggi berpartisipasi pada tahap awal. Setelah proses seleksi, hanya 11 tim yang berhak melaju ke babak final. 

Komposisi finalis terdiri atas empat tim dari Universitas Gadjah Mada, dua dari Institut Teknologi Bandung, dua dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember, serta masing-masing satu tim dari Universitas Palangka Raya, Universitas Brawijaya, dan Universitas Katolik Parahyangan.

Baca Juga:  Beri Kemudahan Bagi Masyarakat Pulau Bawean, Dua hari Bus SIM Keliling Produksi 55 SIM Bagi Warga

Pada babak final, setiap tim memodelkan konstruksi perkuatan lereng yang telah mereka rencanakan. 

Lereng berupa timbunan pasir kemudian dibebani menggunakan ember berisi batu pecah seberat sekitar 32,5 kilogram sebagai representasi beban desain. 

Stabilitas prototipe menjadi indikator utama, terutama untuk melihat apakah struktur tetap aman sebelum terjadi titik longsor. 

Bila prototipe runtuh saat beban ditambah, tim akan mengalami pengurangan nilai.

Azmi menambahkan bahwa kompetisi ini relevan dengan situasi aktual di sejumlah wilayah Indonesia yang rawan longsor, terutama di Jawa Barat dan Jawa Tengah. 

Dalam simulasi ini peserta menggunakan material biosintetik berupa kain spunbond yang menyerupai biotekstil, material yang telah banyak diterapkan di lapangan untuk meningkatkan stabilitas lereng. 

Ia menilai kompetisi ini memberi pengalaman teknis dan pemahaman praktis kepada mahasiswa mengenai penerapan teknologi geoteknik dalam mitigasi bencana.

Teknindo Geosistem Unggul telah menjadi sponsor tetap GEC selama 11 tahun, dan lima tahun terakhir mendapat dukungan dari Himpunan Ahli Teknik Tanah Indonesia (HATTI). 

Baca Juga:  Dilarang Garap Persil, Petani di Tuban Nekat Bacok Mantri Perhutani

Ia berharap finalis terbaik dapat memperoleh akses menuju forum ilmiah tahunan HATTI sebagai bentuk apresiasi atas prestasi akademik dan inovasi yang ditampilkan.

Salah satu peserta, Clarissa Aurelia, mahasiswa Teknik Sipil Universitas Gadjah Mada (UGM)  semester 7, menjelaskan pendekatan teknis yang timnya gunakan. 

Mereka membangun timbunan pasir Lumajang dengan tinggi dan panjang masing-masing 80 cm serta kemiringan 2:1. 

Perkuatan dirancang untuk menahan beban rencana 32,5 kilogram. Clarissa mengakui adanya kendala teknis dalam konstruksi seperti beberapa paku yang keluar dari posisi, namun panitia memberikan solusi dengan menambahkan lapisan gabus. 

Ia menilai penggunaan Geotekstil –kain sintetis yang permeabel (tembus air) dan digunakan dalam berbagai aplikasi teknik sipil, seperti pemisahan, penyaringan, penguatan, drainase, dan perlindungan– memberikan keunggulan karena dapat memperkuat lereng sekaligus berfungsi sebagai filtrasi dan separator tanah.

Angger Retro, Ketua Pelaksana GEC 2025 menjelaskan bahwa tahun ini mengusung tema “Emphasizing Green Constructions”. Tema tersebut menekankan efisiensi material demi mendukung prinsip pembangunan berkelanjutan. 

Baca Juga:  Cabai Sachet, Solusi Cerdas Warga Surabaya Hadapi Lonjakan Harga Jelang Nataru

Peserta ditantang merancang perkuatan lereng menggunakan geosintetik dan memadukannya dengan konstruksi prototipe yang tersedia. 

Menurutnya, tantangan terbesar bagi tim adalah memastikan kesesuaian antara perencanaan dan proses konstruksi, terutama karena faktor pengukuran dan karakter material yang digunakan.

Ia menuturkan bahwa perbedaan utama GEC 2025 dibanding tahun sebelumnya terletak pada jenis timbunan dan material perkuatan. 

Tahun lalu digunakan timbunan tegak dan retaining wall, sedangkan tahun ini diarahkan pada timbunan miring dengan kemiringan 2V:1H dan penggunaan biotekstil. 

Pendekatan tersebut dinilai lebih dekat dengan praktik konstruksi ramah lingkungan yang menjadi fokus kompetisi tahun ini.

GEC 2025 kembali menjadi ruang bagi mahasiswa teknik sipil dari seluruh Indonesia untuk mengasah keahlian rekayasa tanah, memahami dinamika stabilitas lereng, serta menguji inovasi secara langsung melalui prototipe. Kompetisi ini bukan sekadar ajang adu keterampilan, melainkan sarana pembelajaran nyata tentang bagaimana rekayasa geoteknik berperan penting dalam mencegah bencana longsor dan mendukung pembangunan berkelanjutan.

SHARE NOW
Ad imageAd image

LATEST ARTICLE

Partai NasDem Ajak Pengusaha Tionghoa Kenang Jasa Gus Dur di Jombang
Partai NasDem Ajak Pengusaha Tionghoa Kenang Jasa Gus Dur di Jombang
8 Mei 2026
Bandara Juanda Layani Penerbangan Embarkasi Jemaah Haji Gelombang Kedua
Bandara Juanda Layani Penerbangan Embarkasi Jemaah Haji Gelombang Kedua
8 Mei 2026
Tegang, Polisi Grebek Komplotan Curanmor Beserta Gudang Penyimpanan
Tegang, Polisi Grebek Komplotan Curanmor Beserta Gudang Penyimpanan
8 Mei 2026
Satreskrim Polrestabes Surabaya Bongkar Sindikat Perjokian UTBK SNBT, 14 Tersangka Ditangkap
Satreskrim Polrestabes Surabaya Bongkar Sindikat Perjokian UTBK SNBT, 14 Tersangka Ditangkap
8 Mei 2026
Calon Jemaah Haji Tulungagung Dilepas Plt Bupati, 6 Orang Gagal Berangkat
Calon Jemaah Haji Tulungagung Dilepas Plt Bupati, 6 Orang Gagal Berangkat
8 Mei 2026

MOST POPULAR

HEADLINE

Warga Ngawi Gelar Tradisi Methil Sebagai Rasa Syukur Atas Hasil Panen Yang Melimpah

HEADLINE

Kado Hardiknas 2026, Siswa SD di Gresik Juarai Robotika SUMO di Malaysia

HEADLINE

Residivis Pengedar Narkotika Diciduk Satreskoba Polres Ngawi, Sita 223,842 Gram Sabu-Sabu

NASIONAL

PDAM Tirta Buana Bojonegoro Kembangkan Air Minum Dalam Kemasan “Banyunem”

LAINNYA

Tanda Unik Koper Jamaah Haji Asal Jombang, dari Cangkir hingga Sandal

Tanda Unik Koper Jamaah Haji Asal Jombang, dari Cangkir hingga Sandal

5 Mei 2026

Kado Hardiknas 2026, Siswa SD di Gresik Juarai Robotika SUMO di Malaysia

4 Mei 2026

Ari Lasso Sukses Hipnotis Ribuan Penonton Konser “Love, Live, Legendary” di Bojonegoro

26 April 2026

Dukung Ketahanan Pangan, Penyaluran Sprayer Perkuat Produktivitas 11 Kelompok Tani di Jombang

23 April 2026
metrotvjatim.commetrotvjatim.com
Follow US
© Copyright 2024. All Rights Reserved
  • About
  • Contact Us
  • Terms And Condition
  • Privacy Policy
  • Cyber Media Guidelines
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?