Nganjuk, Metrotvjatim.com – PT Petrokimia Gresik (Persero) menggelar program Pestani Bawang Merah Nyawiji di Desa Sumberjo, Kecamatan Gondang, Kabupaten Nganjuk, pada Senin (7/9/2026). Kegiatan ini sebagai wadah bagi petani untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas budidaya bawang merah unggulan.
Direktur Keuangan dan Umum Petrokimia Gresik, Adityo Wibowo, menegaskan Jawa Timur memegang peran sangat strategis bagi hortikultura nasional, termasuk komoditas bawang merah yang bernilai ekonomi tinggi dan menjadi kebutuhan pokok masyarakat.
“Kami tidak ingin berhenti hanya di penyediaan pupuk. Kami juga mendorong edukasi pemupukan berimbang, uji tanah, pendampingan budidaya, teknologi pertanian, hingga penguatan ekosistem dari hulu ke hilir,” ujar Adityo.
Data menunjukkan, pada 2024 produksi bawang merah Jawa Timur mencapai 476.666 ton dari luas panen 53.681 hektare, menyumbang hampir seperempat dari total produksi nasional yang mencapai 2,08 juta ton. Nganjuk sendiri merupakan salah satu sentra utama, dengan keunggulan varietas lokal Tanaman Asli Nganjuk (Tajuk).
“Varietas Tajuk ini jadi nomor satu nasional sebagai benih bawang merah, dan nomor dua dari sisi produksi. Kualitasnya bagus, warna menarik, ukuran seragam, tahan simpan,” jelasnya.
Pestani Bawang Merah Nyawiji bukan sekadar kompetisi. Ini jadi ruang petani belajar, berbagi pengalaman, dan menerapkan praktik budidaya yang baik. Kegiatan melibatkan petani dari enam kecamatan, yakni Wilangan, Bagor, Nganjuk, Rejoso, Sukomoro, dan Gondang. Penilaian berfokus pada kualitas: keseragaman umbi 35%, berat 50%, dan dokumentasi 15%, agar petani tak hanya mengejar kuantitas, tapi juga hasil yang bermutu.
“Memajukan pertanian butuh langkah bersama: petani, pemerintah, dunia usaha, dan semua pihak. Semoga program ini menguatkan bawang merah Nganjuk,” harap Adityo.
Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, yang hadir langsung, menyambut baik langkah Petrokimia Gresik. Ia menyebut saat ini sedang berlangsung panen raya bawang merah di Gondang dengan hasil yang sangat memuaskan.
“Ukurannya bawang merah besar-besar sekali. Panen kali ini mencapai 25 ton per hektarnya. Untuk total luasan lahan bawang merah di Kabupaten Nganjuk tercatat sekitar 22.000 hektare,” ujar Kang Marhaen, sapaan akrabnya.
“Kehadiran program ini sangat berarti bagi petani kami. Semoga sinergi ini terus berlanjut, membawa kemajuan pertanian Nganjuk, kesejahteraan petani semakin meningkat, dan bawang merah varietas Tajuk semakin dikenal luas di seluruh Indonesia,” tambahnya.
Sementara itu, petani asal Kecamatan Gondang, Suheri, mengapresiasi pendampingan yang diberikan. “Kami dapat informasi pupuk nonsubsidi yang terbukti menaikkan hasil dan kualitas. Semoga produktivitas ini ikut menaikkan pendapatan kami,” ujarnya.(Amir)

